Monday, May 23, 2011

Smile = Alive

There are so many test that i have to faced lately. But i still can SMILE. Even it's hurt. Pain. Agonizing. 

Ini bukan kisah cinta. Bukan juga kisah diri di anak tirikan oleh keluarga. Ini kisah sesuatu yang tidak di ramal, dan ianya berlaku pada batang hidung kita!

Di depan teman, aku boleh ketawa riang. Boleh ke sana, ke sini, selagi terdaya. 

Senyum. Penyembuh segala penyakit. Is it true? If yes, I want to practice in my life. Because i need it!

Aku penah berkata pada teman yang rapat dengan aku ; ''Aku boleh senyum-senyum lagi beb, even faced dengan benda ni. Lepas satu, satu yang aku dapat. Tapi jauh di sudut hati aku, runsing....." -"Jangan macamtu, insyallah ada penyembuhnya nanti.. dari sekarang ko kena usaha cari pnyembuhnya, jangan lambat-lambat, nanti melarat, lagi bahaya" - kata dia.

Ok. Just keep smile. Faced it. Make an effort and praying.

Untuk hari ini saja, aku akan selalu tersenyum penuh kegembiraan dan kebahagiaan untuk aku bagikan kepada orang-orang di sekitar aku.
Untuk hari ini saja, aku tidak akan terpengaruh oleh sikap negative orang lain.
Untuk hari ini saja, aku tidak akan menilai orang lain. Semua orang, semua makhluk hidup ciptaan Tuhan saya cintai sebagaimana adanya.
Life is a gift, don't take it for granted. Don't look back and ask why. Instead, look forward and ask why not.
I wish, if i can SMILE all the time and hide all the pain right there :)

Sunday, May 22, 2011

Subhanallah.

Ada kau terbayang syurga indah yang menunggu tiap anak yatim yang terkorban?
Ada, kan?
Tapi kau salah.
Ia subhanallah LEBIH dari itu.
Takziah di ucapkan pada yang terkorban.
Allah lebih menyayangi dan mengetahui apa yang terjadi.
Kita sebagai hamba hanya perlu redha setiap ujian-ujian yang di turunkan.

Innalillahiwainnailaihirojiun.


Monday, May 2, 2011

Sweet Pain :)

I am stuck pig-sweaty in bed with a ridiculously chest pain. Breathless. Blown. I want to do so many things but so much pain is dragging me down. It’ll be alright. Countless other people have it worse than I do.

Aku dipinjam hidup.
InsyaAllah it’ll be alright.

Saya pernah berdoa sekali untuk sakit, “Dear Allah, whenever I forget You, please make me sick.” I said that!  SubhanAllah, sure enough. Tapi aku tak pernah menyesal dengan doa itu. I need this.

Aku dipinjam sebab untuk hidup.
Alhamdulillah..

Semalaman aku tak dapat tidur. Mungkin terlalu fikirkan hal ini. When i wrote this, I’ve not much energy to type further and not that many of idea either, to be honest. I do not need sympathy from anyone.

Aku dipinjam Mama dan Abah yang melahirkan dan mereka masih hidup.
Alhamdulillah..

Anger, sadness, hatred and suspicion around. No exception to their own hearts. Feeling that too much! This negative aura of infectious diseases. Which already immune, no need for painkilling drug. I also already beginning to show symptoms. But for me, already know what the cure.

Aku dipinjam teman hidup.
Alhamdulillah..

To brighten up our gloomy day, to remind ourselves the gift of health, and the opportunity of being able to laugh and love, walk and work, pray and breathe, eat and drink, so I put up a couple of happy pictures of us smiley people, so that everything else we sometimes take for granted as we’re too busy dwelling on worries we ourselves have created.

What do i want?
Nothing.
Cuma dipanjangkan tempoh pinjaman.
Amin ya rabbal alamin.


Endless thanks to Allah, glory be to Allah, praise be to Allah. May your kind prayers and every ounce of its goodness returns to you.